Thursday, December 20, 2007

Pernikahan 'Om' Harun.

Minggu-minggu di tengah bulan Desember adalah minggu yang mengerikan, karena musim UAS [Ujian Amat Serius] di Fasilkom UI. Serunya, ada acara yang menarik di tengah-tengah hari ujian, Harun, teman baikku dari SD sampai SMU di Karunia dulu, menikah. Dia sudah menanyakan hal ini sejak jauh-jauh hari, jadi kalau ujian hasilnya tidak memuaskan, yang salah adalah aku karena tidak mengatur waktu dengan baik :).

Acara pernikahannya diadakan hari Minggu tanggal 16 Desember, aku dan Cokro, teman SMU Karunia juga, menjadi bestman-nya. Agar tidak terlambat, aku menginap di rumah Harun malam hari sebelumnya. Aku sempat menelpon sebelumnya dan terjadi dialog seperti ini:

F: "Apa saja yang perlu gw bawa?"
H: "Kemeja putih, jas lengkap, dasi nanti disiapkan, kaus kaki merah"
F: "Hah? Merah? Gw ga punya"
H: "Iya, jadi nanti U pake itu, masuk ruangan, trus U sebar bunga kiri kanan"
F: "... Oh gitu... Duh, baju balet lupa lagi gw taro mana"
H: "Oh iya, gw lupa siapin baju balet buat Cokro... Halah, kaus kaki hitam aja lah. Tadi Cokro juga nanya hal yang sama. Sebenarnya yang married siapa sih, koq U orang yang sibuk nyari baju" [sambil tertawa-tawa]

Jujur kelihatannya Harun sangat lelah mengurus segala sesuatunya untuk pernikahan besok. Sebisa mungkin disupport dukungan moral.

Pagi hari di hari H, pasukan wedding organizer [WO] datang untuk mengatur jadwal dan merekam adegan. Cokro juga sudah datang. Setelah berpakaian lengkap, kita berangkat menjemput calon istrinya, ke rumah Novi. Adegan rekamannya ketika ingin berangkat dilakukan sambil bercanda-canda, dimulai dari bestman berderet, bersalam-salaman dan sempat bilang "Lapor, semua aman Pak", lalu menemani dia ke mobil, membukakan pintu, sambil bergaya keren dulu di jendela dan kemudian melambai-lambai tangan. Fun XD.

Sampai di rumah Novi, aku dan Cokro menunggu Harun menjemput Novi, kemudian kembali lagi ke rumah Harun, dan berangkat ke hotel Ritz-Carlton di Mega Kuningan. Setiap acara keberangkatan serupa dengan acara keberangkatan sebelumnya, diiringi dengan lambaian tangan keluarga. Novi dengan baju pengantinnya terlihat anggun. Bridesmaidnya, Yuwana dan Yuliana, terlihat cantik dan sepertinya cukup narsis juga XD. Walaupun ketika mendengar Novi mulai didandani mulai dari jam 2 pagi, rasanya mengerikan juga. Ada sedikit rasa syukur kalau kami cowok :P.

Di hotel siang hari, acaranya adalah upacara minum teh, dilanjutkan pemberkatan di Gereja. Satu bagian yang sangat menyentuh buatku, ketika Harun dan Novi mengucapkan terima kasih ke orang tuanya. Benar-benar tidak terbayang bagaimana perasaan mereka saat itu... Pemberkatan diakhiri dengan foto bersama dan pengucapan selamat.

Pengantin dan 'pengawalnya'Gambar 1. Pengantin dan 'pengawalnya'

Berikutnya adalah foto-foto di sekitar hotel. Bestman dan bridesmaid turut serta sesekali. Sempat bercanda "Anggap saja kami tidak ada" untuk beberapa pose yang 'menarik' XD.

Istirahat dahulu sekitar 2 jam di kamar yang disewa. Kamarnya keren sekali. Maklum, biasa tinggal di rumah normal, jadi sedikit norak :P. Sempat iseng mencoba-coba bermacam hal yang ada di kamar, dimulai dari melihat-lihat jacuzzi dengan TV LCD di depannya, lampu ruangan yang bisa diatur tingkat keterangannya, sampai dudukan toilet penuh tombol di sampingnya sehingga apapun bisa dilakukan dengan menekan tombol. Sempat bercanda "Toilet model gini, bisa betah gw boker tiap hari" XD.

Lalu sampailah di acara resepsi pernikahan di malam hari jam 7. Sebelum acaranya dimulai, aku merasa tidak tenang mengingat jumlah undangan sekitar 1800 orang. Sempat bercanda dengan Cokro, "Jadi nanti pas masuk U jalan sampai titik ini, trus hadap samping, gaya front double biceps ala Ade Rai" :P. Syukurlah ketika acara sebenarnya semua berjalan lancar.

Sedikit flashback, ketika Harun menelponku untuk menanyakan apakah aku bisa menjadi bestman, aku sempat bertanya, "Bestman itu kan yang bawa-bawa pedang ngikutin U ke mana-mana, kan?". Dia balas, "Ngaco U. Wah, kayanya gw musti mikir-mikir lagi deh" sambil bercanda. Nah, ketika acara potong kue, salah seorang WO bertanya siapa bestman yang ingin menyerahkan pedang samurai untuk potong kue, aku langsung mengajukan diri. Dan ketika acara potong kue dilakukan, sepertinya Harun sempat kaget melihat pedang itu dan kita tertawa-tawa saja mengingat hal tersebut.

Masalahnya, setelah potong kue, ada acara first dance. Harun dan Novi berdansa, tetapi karena yang lain pada awalnya tidak turut berdansa, bestman dan bridesmaid juga diminta berdansa. Gawat... Beneran aku tidak bisa dansa. Sorry banget buat Yuliana kalau kita cuma berputar-putar tidak jelas atau terinjak roknya -_-. Vina, adikku, sempat berkomentar di akhir acara, "Ketahuan tidak bisa dansa". *Zleb*, nancep >_>.

Lanjutan acaranya adalah ngobrol dengan tamu yang lain. Aku mengelompok dengan anak-anak dari sekolah Karunia sambil membantu tim dokumentasi mencari komentar dari teman-teman Harun. Seingatku yang muncul kemarin itu Cokro [sudah pasti], Susan, Handoko, Hindra, Anton Rusli, Anton Herman, Yulius, Loren, Melinda, Marco, dan Daisy. Serasa reuni kecil-kecilan ketika berbicara lagi dengan mereka.

Me, Loren, Melinda, Susan dan CokroGambar 2. Me, Loren, Melinda, Susan dan Cokro

Di akhir acara, sambil mengucapkan selamat sekali lagi sebelum pulang, aku 'menodong' Harun untuk mengirimkan foto-foto acara pernikahannya nanti. Nanti kalau dapat foto-fotonya, post ini aku update. Walaupun terasa melelahkan, tetapi acaranya cukup seru dan menambah pengalaman. Run, thank you banget buat mengajak aku mengikuti acara ini. Selamat sekali lagi untukmu dan Novi. Selamat menempuh hidup baru dan semoga berbahagia.

2 comments:

siapa aku said...

Bwahahaha...XD

kk kpn nyusul temennya married ??

tar klo kk married gak usah dansa, nari balet aja :P

Kesian tar pengantin cewe na nyungsep lagi XD

he he he ...

siapa aku said...

k' poninya cma segaris gitu...
ngikutin supermen yak :P